POLITIK DAN STRATEGIS NASIONAL



Bab IV
Politik dan strategi nasional
Bab I
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :
a. Dalam arti kepentingan umum (Politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

PENGARUH KONSEP KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA



Bab III
KETAHANAN NASIONAL
LATAR BELAKANG
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis. Ditinjau dari geopolitik dan geostrategi dengan posisi geografis, sumber daya alam dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan membahayakan kelangsungan hidup dan eksitensi NKRI. Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan
Pancasila, UUD 45 dan Wasantara. Kesejahteraan = Kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani. Keamanan = Kemampuan

PENGARUH KONSEP KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA


BAB. II

Wawasan nusantara Pendahuluan Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.[1] Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. Suatu bangsa yang telah mendirikan suatu negara, dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya. Pengaruh itu timbul dari hubungan timbal balik antara filosofis bangsa, ideologi, aspirasi serta cita-cita dan kondisi sosial masyarakat, budaya, tradisi, keadaan alam, wilayah serta pengalamansejarahnya. Pemerintah dan rakyat memerlukan suatu konsepsi berupa wawasan nusantarauntuk menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri bangsa. Kata ”wawasan” itu sendiri berasal dari wawas (bahasa Jawa) yang artinya melihat atau memandang. Dengan penambahan akhiran –an, kata ini secara harfiah berarti ’cara pengelihatan atau tinjau atau carapandang’. Kehidupan suatu bangsa dan negara senantiasa dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strategis. Karena itu, wawasan itu harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan oleh lingkungan strategis dan dalam mengejar kejayaannya.
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep

PENGARUH KONSEP KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA


PENGARUH KONSEP KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Bab 1.

Pendahuluan
NKRI kepanjangan dari Negara kesatuan republic indonesia buat sebagian orang NKRI adalah harga mati yang tidak bisa di gantikan dan tidakbisa di bayar oleh apapun. Dan ini mengenai nasionalisme Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatansebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara ataugerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya,keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teorinasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.NASIONALISME merupakan suatu bentuk ideologi, demikian pendapat James G.Kellas (1998: 4). Sebagai suatu ideologi, nasionalisme membangun kesadaran rakyatsebagai suatu bangsa serta memberi seperangkat sikap dan program tindakan. Tingkahlaku seorang nasionalis didasarkan pada perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas bangsa.Nasionalisme Indonesia pada awalnya muncul sebagai jawaban atas kolonialisme.Pengalaman penderitaan bersama sebagai kaum terjajah melahirkan semangat solidaritassebagai satu komunitas yang mesti bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka. Semangattersebut oleh para pejuang kemerdekaan dihidupi tidak hanya dalam batas waktu tertentu,tetapi terus-menerus hingga kini dan masa mendatang.
Dan buat orang yang rela membela keutuhan NKRI mereka rela mati demi keutuhan NKRI berikut adalah semboyan para tentara nasianal indonesia. Berbicara tentang tentara nasional indonesia berari bicara pertahanan dan pertahanan berti hokum dan padaartikel ini saya akan membahas mengenai hukum yang ada di indonesia.


 A.SERVER
SOLUSI TERBAIK MEMANFAATKAN KOMPUTER LOW
SPESIFIKASI DENGAN SISTEM THIN CLIENT SERVER
COMPUTING MENGGUNAKAN CITRIX METAFRAME
Oleh : Ema Utami dan Yusdi Yansen
Pendahuluan
Kebutuhan akan PC (Personal Computer) yang semakin hari semakin
meningkat, sehingga menuntut banyak hal untuk terus dikembangkan dengan
berbagai teknologi yang handal dan canggih. Penggunaan PC yang sudah cukup
lama populer karena harganya yang murah dan unjuk kerja serta kompatibelnya
baik, membuat pemakai bebas memilih spesifikasi PC sesuai dengan
kebutuhannya, jauh meninggalkan komputer mini dan mainframe. Dengan
kelebihan ini, ternyata pengguna PC (Personal Computer) merasa masih belum
puas, karena cara pengoperasiannya dianggap hanya mampu melayani satu
pengguna saja dimana kehadirannya masih menghadirkan masalah, yaitu
membuat suatu informasi terpecah-pecah dan sulit di integrasikan. Akhirnya
berkat kemajuan teknologi informasi, masalah ini dapat diatasi dengan cara
menggabungkan PC satu dengan lainnya dalam sebuah sistem jaringan.
Pada perkembangannya, banyak pengguna komputer beralih dari teknologi
jaringan Mainframe ke teknologi jaringan Client-Server yang memanfaatkan PC
dengan kinerja kerja yang rendah sebagai Client untuk mengambil serta mengolah
data dari PC lain yang berfungsi sebagai server. Untuk memenuhi target diatas,
penulis mengembangkan suatu teknik koneksi jaringan dengan menggunakan

Kerangka Struktur Organisasi Perkantoran

STRUKTUR BAGAN ORGANISASI PERKANTORAN






JOB DESCRIPTION


Kepala Kantor

  1. Membagi tugas kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan.
  2. Mengkoordinir pelaksanaan tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha,  Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan agar terjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung  dalam melaksanakan tugas.
  3. Memberi petunjuk dan arahan kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha,Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan dalam melaksanakan tugas agar sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku.
  4. Mengawasi pelaksanaan tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha,Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan berdasarkan hasil kerja agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
  5. Mengkoordinasikan pembuatan kebijakan di bidang pengolahan data elektronik dengan instansi terkait.
  6. Menilai hasil kerja bawahan di lingkungan Kantor Pengolah Data dan Elektronik berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai.
Sub Bagian Tata Usaha

Mempunyai tugas melakukan administrasi kepegawaian, surat menyurat, kearsipan, tata laksana dan perlengkapan pada data elektronik dalam melaksanakan tugas tersebut di atas, Sub Bagian Tata Usaha berfungsi :
  • Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, urusan rumah tangga dan kearsipan
  • Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian
  • Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan
  • Pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan peralatan kantor
  • Penghimpunan, penyusunan, pengusulan rencana kerja dan pengevaluasian serta pelaporan pelaksanaan kegiatan data elektronik
  • Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Unit Pelaksanaan data elektronik sesuai dengan tugas dan fungsinya.

ORGANISASI ASEAN

Organisasi - Asean



Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.

Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota

Anggota ASEAN

Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecualiTimor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:

 

Sejarah 

ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia,Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. RajaratnamThanat Khoman (Thailand). (Singapura), dan
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
  • Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. WalaupunKamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

Timor Leste