A.SERVER
SOLUSI TERBAIK MEMANFAATKAN KOMPUTER LOW
SPESIFIKASI DENGAN SISTEM THIN CLIENT SERVER
COMPUTING MENGGUNAKAN CITRIX METAFRAME
Oleh : Ema Utami dan Yusdi Yansen
Pendahuluan
Kebutuhan akan PC (Personal Computer) yang semakin hari semakin
meningkat, sehingga menuntut banyak hal untuk terus dikembangkan dengan
berbagai teknologi yang handal dan canggih. Penggunaan PC yang sudah cukup
lama populer karena harganya yang murah dan unjuk kerja serta kompatibelnya
baik, membuat pemakai bebas memilih spesifikasi PC sesuai dengan
kebutuhannya, jauh meninggalkan komputer mini dan mainframe. Dengan
kelebihan ini, ternyata pengguna PC (Personal Computer) merasa masih belum
puas, karena cara pengoperasiannya dianggap hanya mampu melayani satu
pengguna saja dimana kehadirannya masih menghadirkan masalah, yaitu
membuat suatu informasi terpecah-pecah dan sulit di integrasikan. Akhirnya
berkat kemajuan teknologi informasi, masalah ini dapat diatasi dengan cara
menggabungkan PC satu dengan lainnya dalam sebuah sistem jaringan.
Pada perkembangannya, banyak pengguna komputer beralih dari teknologi
jaringan Mainframe ke teknologi jaringan Client-Server yang memanfaatkan PC
dengan kinerja kerja yang rendah sebagai Client untuk mengambil serta mengolah
data dari PC lain yang berfungsi sebagai server. Untuk memenuhi target diatas,
penulis mengembangkan suatu teknik koneksi jaringan dengan menggunakan

Kerangka Struktur Organisasi Perkantoran

STRUKTUR BAGAN ORGANISASI PERKANTORAN






JOB DESCRIPTION


Kepala Kantor

  1. Membagi tugas kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan.
  2. Mengkoordinir pelaksanaan tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha,  Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan agar terjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung  dalam melaksanakan tugas.
  3. Memberi petunjuk dan arahan kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha,Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan dalam melaksanakan tugas agar sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku.
  4. Mengawasi pelaksanaan tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha,Kepala Seksi Pengelola Kearsipan dan Pengolahan Data Elektronik, Kepala Seksi Perpustakaan berdasarkan hasil kerja agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
  5. Mengkoordinasikan pembuatan kebijakan di bidang pengolahan data elektronik dengan instansi terkait.
  6. Menilai hasil kerja bawahan di lingkungan Kantor Pengolah Data dan Elektronik berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai.
Sub Bagian Tata Usaha

Mempunyai tugas melakukan administrasi kepegawaian, surat menyurat, kearsipan, tata laksana dan perlengkapan pada data elektronik dalam melaksanakan tugas tersebut di atas, Sub Bagian Tata Usaha berfungsi :
  • Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, urusan rumah tangga dan kearsipan
  • Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian
  • Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan
  • Pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan peralatan kantor
  • Penghimpunan, penyusunan, pengusulan rencana kerja dan pengevaluasian serta pelaporan pelaksanaan kegiatan data elektronik
  • Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Unit Pelaksanaan data elektronik sesuai dengan tugas dan fungsinya.

ORGANISASI ASEAN

Organisasi - Asean



Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.

Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota

Anggota ASEAN

Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecualiTimor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:

 

Sejarah 

ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia,Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. RajaratnamThanat Khoman (Thailand). (Singapura), dan
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
  • Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. WalaupunKamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

Timor Leste

Sekjen Liga Arab: Hamas Bukan Lagi Organisasi "Teroris"




sekretaris Jenderal Liga Arab dan salah satu kandidat terkemuka presiden Mesir Amr Mussa mengatakan Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas tidak lagi menjadi sebuah "organisasi teroris", dan sebagian besar negara di dunia juga menganggap seperti itu juga.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Mussa mengatakan: "Pandangan bahwa Hamas merupakan organisasi teroris adalah pandangan yang berkaitan dengan minoritas sebuah negara, bukan mayoritas. Menjadi stigma teroris bukan hal yang abadi."
Mantan menteri luar negeri Mesir ini juga mengatakan Israel harus ditekan untuk mengangkat blokade atas Gaza dan menekankan bahwa Mesir harus memperbaiki hubungan dengan Teheran. Masalah program nuklir Iran terpisah dari program nuklir Israel, katanya menambahkan.
Mussa juga mendukung hubungan dengan Amerika Serikat berdasarkan realitas yang berubah di Mesir yang mempertimbangkan pandangan rakyat Mesir.
Mengacu pada perjanjian perdamaian dengan Israel, Mussa mengatakan ia mencari hubungan antara dunia Arab dan Yerusalem berdasarkan inisiatif perdamaian Arab tahun 2002.
Ia juga menuduh Presiden Hosni Mubarak yang digulingkan dari Mesir telah berlaku tidak adil dengan memisahkan hubungan dengan dunia Arab dari masalah Palestina.
"Mesir dulu melakukan hubungan di kawasan itu dengan sebuah cara bahwa orang-orang tidak bisa menerimanya. Dengan menganggap hubungan Mesir-Arab adalah satu hal, sedangkan masalah Palestina adalah hal lain."
Lebih lanjut ia menambahkan: "Pemblokadean Gaza dan memberlakukan pengepungan sepanjang jalur Gaza - sesuatu yang tidak disukai orang. Kita harus bersikeras dan menggunakan hubungan Mesir-Israel untuk mencoba dan membatalkan dan mengakhiri pengepungan yang menyebabkan banyak penderitaan bagi rakyat Gaza." 

Susunan Keanggotaan dan Tugas Badan-Badan PBB

c.  Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council)
1) Keanggotaan
Pada mulanya keanggotaan Dewan Ekonomi dan Sosial sebanyak 18 anggota yang dipilih setiap tahun oleh Majelis Umum untuk masa jabatan tiga tahun. Sekarang anggotanya berjumlah 27. Setiap tahun 9 anggota Dewan Ekonomi dan Sosial diganti.
2) Tugas
Tugas dan wewenang Dewan Ekonomi dan Sosial sebagai berikut.
a) Membahas masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, kebudayaan, pendidikan, dan kesehatan internasional.
b) Memberi saran-saran kepada Majelis Umum atau badan-badan khusus untuk memperhatikan hak-hak asasi manusia.
c) Memberikan bantuan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.
Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Ekonomi-Sosial ini dibantu oleh organisasi-organisasi khusus (Specialized Agencies) antara lain:
a. UNESCO (United Nations Educational Scientific And Cultural Organization)
unesco
UNESCO adalah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB. Tugasnya memajukan kerja sama antarbangsa melalui bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam rangka penegakan hukum, penegakan hak asasimanusia, danpenegakan keadilan.
UNESCO berdiri pada tanggal 4 November 1946 yang berkedudukan di Paris, Perancis.
b. UNICEF (United Nations International Childrens Emergency Fund)unicef1
UNICEF adalah Organisasi Dana Perkembangan anak-anak Internasional PBB. Tugasnya memberikan bantuan dalam rangka menyejahterakan ibu dan anak. UNICEF didirikan pada tanggal 11 1946 di New York, Amerika Serikat.

KEPEMIMPINAN

1).        PENGERTIAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.


2).        TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

instruktifTipe ini di tandai dengan komunikasi satu arah.
*pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan
*pemimpin memberikan batasan peranan bawahan
*pemimpin memberikan bawahan tenteng apa,bilamana,dimana,dan bagaimana bawahan
Melaksanakan tugasnya
*inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata di lakukan oleh
Pemimpin
*pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin dan
Pelaksanaanya diawasi secara ketat oleh pemimpin

kuponsultatifTipe ini di tandai dengan memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan Keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin.
Ciri-cirinya:
*pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi
*pemimpin mengadakan komunikasi 2 arah dan berusaha mendengarkan persaan,
Gagasan,dan saran bawahan
*pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin

partisipatifDitandai dengan komunikasi 2 arah
Kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan ,pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

3).        TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

1. Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

2. Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a. konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
b. berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)

3. Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.

daftar pustaka : - http://massofa.wordpress.com/2009/02/22/teori-teori-dalam-kepemimpinan
- wawan-junaidi.blogspot.com/2010/01/tipe-tipekepemimpinan
PERKEMBANGAN PANDANGAN BARU TENTANG ORGANISASI

      I.        ARTI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mendasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang - orang atau sekumpulan manusia dalam rangka mencapai tujuan bersama.

     II.        SEJARAH PERKEMBANGAN ORGANISASI

Sejarah Pengembanga Organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang
a.         Pelatihan laboratorium, adalah bagaimana setiap individu bisa memahami arti dari organisasi.
b.         Umpan balik survei, antara individu saling bekerja sama.
c.         Riset tindakan, menguji tindakan yang memungkinkan terjadinya kesalahan.
d.         Produktivitas dan kualitas kehidupan kerja, yaitu hasil dari pencapain yang telah di uji sebelumnya,serta
e.         Perubahan strategik.

Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah pendekatan Pengembangan Organisasi, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.

    III.        KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN ORGANISASI

Semua organisasi harus berubah karena adanya tekanan di dalam lingkungan internal maupun eksternal. Walaupun perubahan yang terjadi lebih pada lingkungan, namun pada umumnya menuntut perubahan lebih pada organisasional, dan organisasi-organisasi bisa melakukan lebih banyak perubahan ataupun lebih sedikit. Organisasi-organisasi bisa merubah tujuan dan strategi-strategi, teknologi, desain pekerjaan, struktur, proses-proses, dan orang.

Perubahan-perubahan pada orang senantiasa mendampingi perubahan-perubahan pada faktor-faktor yang lain. Proses perubahan pada umumnya mencakup sikap dan perilaku saat ini yang siknifikan. perubahan-perubahannya dan akhirnya kepemilikan sikap dan perilaku yang baru.

Sejumlah isu-isu kunci dan problem harus dihadapi selama dalam proses perubahan umum.
Pertama adalah, diagnosis yang akurat mengenai situasi dan kondisi saat ini.

Kedua adalah, penolakan yang ditimbulkan oleh adanya perubahan.

Ketiga adalah, isu pelaksanaan evaluasi yang memadai dari usaha perubahan yang
sukses.

   IV.        ORGANISASI MASA DEPAN

Dalam abad dua puluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu :

*Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible,
*Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).

Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan.

Tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization)


Para Pakar berpendapat bahwa dalam era dewasa ini pandangan yang berbasis SDM nampaknya lebih penting, mengingat persaingan yang terjadi justru ditentukan oleh bagaimana sumberdaya manusia tersebut berperan dan berkreasi bagi kemajuan organisasi, dan dalam konteks ini pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya.

Sumberdaya manusia / Human Capital merupakan sumberdaya strategis, bertambah secara inkremental bukan alokatif, karena merupakan sumberdaya yang berbasis pengetahuan (knowledge based resources) yakni sumberdaya yang mencakup keterampilan, kemampuan,
kapasitas serta kapabilitas pembelajaran.

Kapasitas dan kapabilitas tersebut pada gilirannya akan dapat memupuk sumberdaya sosial yang juga amat diperlukan dalam bentuk jaringan kerja baik internal maupun dengan pihak eksternal organisasi, ini berarti networking juga menjadi hal yang penting dalam memenangkan persaingan. Pengembangan Sumberdaya manusia merupakan prasyarat bagi pengembangan organisasi, artinya tanpa hal itu orang bisa punya alasan untuk meyakini kecilnya kemungkinan organisasi untuk tetap hidup dan bertahan dalam era kompetisi.

daftar pustaka : 1. http://massofa.wordpress.com
                        2. http://www.pdf-search-engine.com
                              3. http://all-about-trick.blogspot.com