Sekjen Liga Arab: Hamas Bukan Lagi Organisasi "Teroris"




sekretaris Jenderal Liga Arab dan salah satu kandidat terkemuka presiden Mesir Amr Mussa mengatakan Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas tidak lagi menjadi sebuah "organisasi teroris", dan sebagian besar negara di dunia juga menganggap seperti itu juga.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Mussa mengatakan: "Pandangan bahwa Hamas merupakan organisasi teroris adalah pandangan yang berkaitan dengan minoritas sebuah negara, bukan mayoritas. Menjadi stigma teroris bukan hal yang abadi."
Mantan menteri luar negeri Mesir ini juga mengatakan Israel harus ditekan untuk mengangkat blokade atas Gaza dan menekankan bahwa Mesir harus memperbaiki hubungan dengan Teheran. Masalah program nuklir Iran terpisah dari program nuklir Israel, katanya menambahkan.
Mussa juga mendukung hubungan dengan Amerika Serikat berdasarkan realitas yang berubah di Mesir yang mempertimbangkan pandangan rakyat Mesir.
Mengacu pada perjanjian perdamaian dengan Israel, Mussa mengatakan ia mencari hubungan antara dunia Arab dan Yerusalem berdasarkan inisiatif perdamaian Arab tahun 2002.
Ia juga menuduh Presiden Hosni Mubarak yang digulingkan dari Mesir telah berlaku tidak adil dengan memisahkan hubungan dengan dunia Arab dari masalah Palestina.
"Mesir dulu melakukan hubungan di kawasan itu dengan sebuah cara bahwa orang-orang tidak bisa menerimanya. Dengan menganggap hubungan Mesir-Arab adalah satu hal, sedangkan masalah Palestina adalah hal lain."
Lebih lanjut ia menambahkan: "Pemblokadean Gaza dan memberlakukan pengepungan sepanjang jalur Gaza - sesuatu yang tidak disukai orang. Kita harus bersikeras dan menggunakan hubungan Mesir-Israel untuk mencoba dan membatalkan dan mengakhiri pengepungan yang menyebabkan banyak penderitaan bagi rakyat Gaza." 

0 komentar:

Posting Komentar