Pandanglah Dengan Objektif

Ketika anda menemukan diri anda tidak bersedia mengklaim kepentingan anda,ajukanlah kepada diri anda pertanyaan -pertanyaan berikut ini.
1.Apa yang layak untuk anda?
2.Apakah saya akan senang bahwa saya telah bertindak ketika saya memikirkan tentang hal ini kelak?
3.Apa yang paling buruk yang dapat terjadi?
4.Apakah ini membuat saya lebih kuat atau lebih lemah?

Jadilah Orang Pertama

bila nanti anda bersama sekelompok orang dan ada kesempatan untuk menyampaikan informasi tentang diri sendiri ,jadilah orang pertama yang menawarkan diri.jangan menunggu untuk mengetahui apa yang akan orang lain katakan. berbuatlah seolah-olah ini adalah kesempatan anda yang terakhir di dunia untuk mengatakan sesuatu ,dan jika anda tidak menggunakan kesmpatan ini,anda tidak akan dapat mengucapkan sepatakatapun kata sepanjang hidup anda.dala kelas,seminar,diskusi,rapat,dll,angkat tangan anda yang pertama kali.

pustaka: david j.lieberman,PH.D.

Mengapa Saya Selalu Memikirkan Kematian

Saya merasa tidak tenang mengatakan hal ini,ada kalanya saya merenungkan kematian dan memandangnya sebagai satu langkah dalam satu perjalanan panjang. tetapi ada saatnya pula saya takut karena memikirkan menghadapi kematian. Saya bisa menghabiskan waktu berjam jam berpikir tentang berbagai cara untuk mati.
Sebagai suatu kebudayaan ,kita mungkin lebih banyak berpikir tentang kematian daripada tentang kehidupan.bagi sebagian orang ,pemikiran ini membuat mereka tidak menikmati sesuatu yang mereka sangat takut kehilangan -hidup.

tugas 10

RENCANA BIDANG SDM DAN MANAJEMENT
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas)
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.


Daftar pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia

tugas 9

Produksi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Adapun  proses produksi menurut pembagian yang macem2di golongkan menjadi 4 yaitu :
1.sifat produk
2.tipe proses produk
3.berdasarkan manfaat yang di ciptakan
4.teknik (sifat) proses produksi


DAFTAR PUSTAKA:
http://www.kppn-tanjungredeb.net/dl/ebooks/pengantar_bisnis/Bab_6.pdf
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

tugas 8

 RENCANA DI BIDANG PEMASARAN
Manajement Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".
Konsep pemasaran
Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnisterdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan.
Secara definitif dapatlah dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).
Tiga unsur konsep pemasaran:
1.   Orientasi pada Konsumen
2.   Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
3.   Kepuasan Konsumen


DAFTAR PUSTAKA:

TUGAS 7

RENCANA BIDANG KEUANGAN DAN PERMODALAN
Perencanaan Keuangan Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM)
September 8, 2008 by arsipbisnis
Perencanaan Keuangan UKM sebenarnya adalah Kedisiplinan Pelaku Usaha dalam mengelola Keuangan Pribadi/ Keuangan perusahaan. Harus dipisahkan antara Keuangan untuk kebutuhan hidup sehari hari dengan keuangan untuk usaha, meskipun usaha tersebut dijalankan di rumah.

Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah /UKM dewasa ini sangat menggembirakan, hal ini dikarenakan perhatian berbagai pihak terhadap sektor UKM sangat tinggi. Tahun 2003 kontribusi UKM mencapai 2,4 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,1 persen.
Pemberdayaan sektor UKM memang perlu terus ditingkatkan, sehingga diharapkan, di masa depan ribuan UKM yang bergerak diberbagai sektor di tanah air ini dapat berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
Kendala utama yang dihadapi pengusaha kelas UKM adalah permodalan. Walaupun kehadirannya menjanjikan, tetapi masih bayak lembaga keuangan khususnya perbankan masih melirik sebelah mata.
Di samping permodalan, masalah lain yang dihadapi sektor UKM adalah Pengelolaan Keuangan/Perencanaan Keuangan.

Perencanaan Keuangan UKM Sangat Penting
            Seringkali kita mendengar ada UKM setelah menerima kredit dari Lembaga Keuangan/Perbankan yang katanya untuk mengembangkan usaha, kenyataannya di lapangan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga ketika uang tersebut habis usahapun tidak jalan/bangkrut.
            Perencanaan Keuangan UKM sebenarnya adalah Kedisiplinan Pelaku Usaha dalam mengelola Keuangan Pribadi/Keuangan Perusahaan. Harus dipisahkan antara keuangan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan keuangan untuk usaha, meskipun usaha tersebut dijalankan di rumah.

Perencanaan Keuangan untuk Pengusaha Kecil Menengah tersebut harus meliputi:


1.   Cash Flow Positif
>Usaha yang mengenai untung dan rugi

2.   Dana Darurat / Emergency Fund
Dana darurat ini untuk mengantisipasi apabila dalam beberapa hari/bulan tidak mendapatkan order; ada karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, 
3.   Proteksi Pendapatan (Asuransi Jiwa)
      Seperti halnya dana darurat, asuransi jiwa adalah merupakan sebuah cara yang perlu dipersiapkan dalam mengantisipasi resiko kehilangan sumber penghasilan yang disebabkan oleh kematian atau terjadinya ketidakmampuan total akibat kecelakaan

4.   Proteksi Terhadap Tempat Usaha
Pelimpahan resiko kepada pihak perusahaan asuransi terhadap tempat usaha juga sangat penting sekali
5.   Dana Pensiun
Beberapa alasan pentingnya perencanaan keuangan dana pensiun adalah:

1.    Ketidakpastian fisik di masa yang akan datang
2.    Ketidakpastian ekonomi di masa yang akan datang
3.    Tingginya biaya hidup nanti
4.    Ekspektasi kehidupan lebih panjang dari saat ini

6.   Diversifikasi Usaha
Apabila semua perencanaan di atas sudah dilaksanakan, maka perluasan usaha/penambahan usaha boleh dilakukan. Meskipun lambat yang penting aman



DAFTAR PUSTAKA:
atau Djerman Pratikno, CBCKonselor Bisnis & Perencanaan Keuangan (UKM)
Sumber: Peluang Usaha